Pertumbuhan Industri Telekomunikasi 2009 Melambat

•May 27, 2009 • 1 Comment

Selasa, 17-Maret-2009, 19:12:56                                               

 

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Industri komunikasi Indonesia pada tahun 2009 diperkirakan akan tumbuh minimal sebesar tiga persen. Tahun 2008 lalu industri komunikasi menyerap Rp 76 trilliun.

Direk tur Utama PT Excelcomindo Pratama (XL), Hasnul Suhaimi mengatakan, tahun 2009 diharapkan setidaknya bisa tumbuh sebesar Rp 3 triliun sehingga menjadi Rp 79 triliun.

”Renc ana dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), tahun ini pertumbuhan nilai industri komunikasi di Indonesia akan mencapai Rp 84 triliun (planned),” ujar Hasnul di Jakarta, Selasa (17/3).

Namun, lanjut Hasnul, para provider operator optimistis di angka Rp 82 triliun dan pesimis berada di angka Rp 79 trilliun.

Walau pun akan terjadi kenaikan nilai, ia menilai pertumbuhan industri komunikasi cenderung melambat. ”Target optimistis sebesar Rp 84 triliun pun diperkirakan bakal sulit tercapai.”

Men urut dia, hal ini terjadi karena pada saat krisis, para operator cenderung mengambil kebijakan low price, karena persaingan. Oleh sebab itu, pendapatan perusahaan pun akan turun.

”Dengan memberikan High Quality Low Price maka terjadi traffic yang tinggi dan cost yang juga tinggi, hal ini membuat pertumbuhan melambat. Maka dari itu, harus dilakukan efisiensi maksimal sehingga investasi dan pendapatan tetap ada dan mencukupi,” tambahnya. (T.Dw/ysoel)

 

Source: http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=46&artid=3036

Axis Ngotot Ingin Dongkrak Jumlah Pelanggan

•May 26, 2009 • Leave a Comment

Jum’at, 24 April 2009 – 13:10 wib

Stefanus Yugo Hindarto – Okezone

PADANG – Belum genap sebulan Axis meluncurkan layanannya di Jawa Timur dan Jawa Barat, kini Axis memperluas jangkauannya ke wilayah Sumatera bagian Barat. Langkah Agresif itu menunjukkan keinginan Axis untuk dapat meraih target peningkatan jumlah pelanggan dua kali lipat.

 

Pada 2009 ini Axis menargetkan sekira 3000 pelanggan baru, sehingga akhir tahun jumlah pelanggannya mencapai 6000.

 

“AXIS terus memperluas jaringannya secara agresif di pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta Sumatera bagian utara dan sekarang? ke Sumatera bagian Barat,” ujar Chief Marketing Officer AXIS, Johan Buse seperti dalam keterangan resminya Jumat (24/4/2009).

?

Jaringan layanan AXIS di Padang dan wilayah sekitarnya didukung penuh oleh Base Tranceiver Stations (BTS) dalam jumlah yang signifikan, sehingga kini AXIS mampu menyediakan layanan bagi konsumen di Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam.

 

Menurut Buse, lebih dari 1,5 juta penduduk di wilayah tersebut kini dapat turut menikmati penawaran Axis yang unik dan terjangkau melalui layanan yang inovatif, simpel dan jujur.

?

Selanjutnya, Buse menegaskan kebanyakan pelanggan di Indonesia masih membayar lebih dari yang seharusnya untuk layanan telekomunikasi bergerak, baik GSM atau CDMA. “Lebih dari 150 juta orang belum memiliki akses atas komunikasi seluler, karena masalah biaya. Kami di Axis percaya bahwa GSM dapat dibuat dan sudah seharusnya terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Johan.

Esia – Tambah Pelanggan 5 Kali Lipat

•May 26, 2009 • Leave a Comment
Tambah Pelanggan 5 Kali Lipat
Rabu, 8 April 2009 | 11:03 WIB
 

SURABAYA-Esia menargetkan bisa menambah jumlah pelanggan sampai lima kali lipat. Untuk mewujudkan hal tersebut, produk telepon tanpa kabel dari PT Bakrie Telecom ini pun gencar melakukan strategi untuk penetrasi pasar.

Sampai akhir 2008, jumlah pelanggan Esia secara Nasional adalah 7,3 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, 5,5 juta di antaranya berada di Jabodetabek. ”Kontribusi terbesar memang masih dari Jabodetabek. Sebanyak 1,8 juta sisanya itu untuk daerah luar Jabodetabek dan didominasi Jatim,” terang EVP Sales PT Bakrie Telecom Tbk, Irfandi Firmansyah di sela peluncuran penurunan tarif Esia di Surabaya, Selasa (7/4).

Di Jatim sendiri, diakui Irfandi, Esia mungkin masih menjadi kartu kedua atau bahkan ketiga setelah kartu utama karena umumnya masyarakat Jatim menggunakan GSM. Meskipun begitu, Esia terus memperkuat branding dan melakukan kampanye seperti penurunan tarif.

Penurunan tarif sampai 70% ini meliputi area Jatim dan Bali. Untuk Jatim, beberapa daerah yang tercakup adalah Surabaya, Malang, Denpasar, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Jember, Kediri dan Madiun.

Untuk mengakomodasi lonjakan jumlah pelanggan ini, Esia sudah menyiapkan infrastruktur seperti penambahan BTS. Sampai akhir tahun 2008 Esia sudah memiliki 500 BTS.

”Sampai saat ini kami masih terus lakukan pembangunan BTS. Dari total BTS yang kami miliki, kapasitas yang terpakai masih 80%. Jadi kalaupun ada penambahan pelanggan, masih ada 20% yang belum terpakai. Itu pun belum termasuk BTS-BTS baru yang dalam proses pembangunan,” tambah Harapat, GM Network Jatim Bali Nusra.

Pelanggan Esia – Q1 08

•May 26, 2009 • Leave a Comment

Sampai akhir 2008, jumlah pelanggan Esia secara Nasional adalah 7,3 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, 5,5 juta di antaranya berada di Jabodetabek. ”Kontribusi terbesar memang masih dari Jabodetabek. Sebanyak 1,8 juta sisanya itu untuk daerah luar Jabodetabek dan didominasi Jatim, Untuk mengakomodasi lonjakan jumlah pelanggan di ini, Esia sudah menyiapkan infrastruktur seperti penambahan BTS. Sampai akhir tahun 2008 Esia sudah memiliki 500 BTS untuk melayani region Jatim Bali Nusra. . Dari total BTS yang kami miliki, kapasitas yang terpakai masih 80%. Jadi kalaupun ada penambahan pelanggan, masih ada 20% yang belum terpakai.

( Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=a31173d9cd5b13c2ecd3ec68b071c4a4&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5&PHPSESSID=d7be99daa087309f02a76bdec64a2982)

Spaghetti Gratis untuk Pelanggan Esia

•May 26, 2009 • Leave a Comment

Spaghetti Gratis untuk Pelanggan Esia

Hanya menunjukkan SMS, Anda bisa mendapatkan promo menggiurkan ini.

Kamis, 2 April 2009, 19:20 WIB

Muhammad Firman, Suryanta Bakti Susila

 

 

VIVAnews - Bingung mau makan malam di mana sepulang kerja nanti? Jawabannya, ada di tawaran menggoda satu ini.

Melanjutkan promo sebelumnya, Esia dan Izzi Pizza kembali membuat kerja sama. Bagi pelanggan Esia yang membeli paket pizza berukuran besar di semua outlet Izzi Pizza, mendapatkan satu porsi spaghetti bolognaise tanpa dipungut bayaran. Promo beli pizza, gratis spaghetti ini hanya berlaku  selama bulan April 2009. Cukup menggiurkan, bukan?

Menurut Erik Meijer, Wakil Direktur Utama BTEL, mengatakan,”Kerja sama Esia dengan Izzi Pizza hadir kembali untuk meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi situasi ekonomi sulit. Kerja sama ini memungkinkan pelanggan Esia berhemat sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan dengan bersantap di Izzi Pizza. Makan berdua, tapi cukup bayar satu makanan saja.”

“Jadi, bisa ajak teman makan gratis di Izzi Pizza. Momentum ini tepat, di mana semua orang harus menghemat,” kata Meijer menambahkan.

Hampir sama dengan promo sebelumnya, pelanggan Esia hanya menunjukkan SMS promo ini sebelum memesan makanan.

Robert Eskapa, Presiden Direktur. PT. Tri Agung Cahya Sakti, produsen Izzi Pizza juga mengatakan,” Izzi Pizza merasa senang bekerja sama dengan Esia. Apalagi,  Esia punya 5 juta pelanggan untuk Jabodetabek, dan 8 juta pelanggan lebih di seluruh Indonesia.”  

Jadi, ajak teman, pasangan dan keluarga Anda bersantap di resto yang menyediakan makanan khas Italia dan beberapa masakan Asia ini. Suasana resto pun sangat mendukung untuk tempat kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.

Kejar Target 700 Ribu Pelanggan

•May 26, 2009 • Leave a Comment
Kejar Target 700 Ribu Pelanggan

 

Monday, 11 May 2009
Esia Launching PS Sensesia

PALEMBANG - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Region Sumbagsel menargetkan hingga penghujung tahun bisa menyerap 700 ribu pelanggan Esia aktif. Sementara per April telah merangkul sekitar 150 ribu pelanggan aktif. ”Target itu cukup berat. Tapi kami punya strategi khusus untuk mengatrol capaian,’’ aku Rudi Eriyanto, GM Region Sumbagsel kepada wartawan di sela-sela launching program di atrium PS Mall, kemarin.
    Salah satunya meluncurkan,’PS Sensesia’ dengan menggandeng Palembang Square (PS) Mall periode 10 Mei-1 November. Programini serentak dilaksanakan secara nasional tapi di beberapa kota-kota tertentu, seperti Batam, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Surabaya. Untuk region Sumbagsel di Palembang saja. ”Kami sendiri cover area Lampung, Metro, Jambi, Pekanbaru, Palembang. Tapi cuma diselenggarakan di Palembang saja mengingat kota ini merupakan kota paling potensi dan paling besar,” lanjutnya.
    Dilanjutkan Rudi, karena program ini merupakan kerja sama dengan PS Mall maka ada persyaratan khusus. Setiap kali belanja produk Bakrie Telecom meliputi esia, Wifone, dan Wimode’ di PS Mall akan dapat 10 kupon. Tetapi jika belanja produk Bakrie di luar PS Mall dan mau ikutan cukup belanja apa saja di PS Mall Rp 5 ribu, dapat 1 kupon undian.
    ”Bagi yang belanja di luar produk Esia di PS, minimal Rp 200 ribu berlaku kelipatan bisa dapat 1 kupon undian,” bebernya. Pihaknya memilih PS Mall lantaran mall ini merupakan kawasan terpadu, terlengkap, dan menjadi barometer perekonomian dengan mencatat pengunjung mall terbanyak. Apalagi ada sekitar 90 konter Hp yang juga jual produk Bakrie. Hadiah undian yang ditawarkan yakni 1 Suzuki Karimun Estillo, 12 Honda Absolute Revo, dan 360 hape Esia.
    Arif Nuryanto, Deputy Center Director PS Mall meng-appreciate Esia yang ingin menjalin kerja sama. ”Ini operator pertama di Palembang yang kerja sama dengan mall,” lanjutnya. Tak lain program ini untuk memanjakan para pelanggan Esia dan pengunjung PS Mall. ”Hingga saat ini tercatat pelanggan PS Mall 50 ribu pelanggan saat weekend dan 30-40 ribu pelanggan weekdays tiap harinya,” pungkas Arif. (mg29)

 Source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=10920&Itemid=35

Q1 09, Total Pelanggan Smart 1,9 Juta

•May 26, 2009 • Leave a Comment

Q1 09, Total Pelanggan Smart 1,9 Juta                      

 

PoorBest Senin, 25 Mei 2009 – 13:08 wib – Stefanus Yugo Hindarto – Okezone.

 

JAKARTA – Jumlah pelanggan Smart pada kuartal pertama tahun ini bertambah 400 ribu lagi dalam kurun tiga bulan, menjadi 1,9 juta pelanggan.

Pertumbuhan tersebut meningkat drastis jika dibandingkan jumlah pelanggan pada kuartal pertama 2008 yang hanya berjumlah 250.000. Sedangkan pada kuartal terakhir tahun 2008, pelanggan Smart baru mencapai 1,5 juta. Dari jumlah tersebut, rata-rata pengguna berhasil menghabiskan (arpu) voice mulai 20.000 hingga 25.000. Sedangkan Arpu data telahmencapai di atas 100.000.

 

“Jumlah pelanggan kami saat ini 1,9 juta. Padahal Juni 2008, pelanggan kami hanya 465.000,” ujar Head of Commercial Marketing Smart Telecom Ruby Hermanto, di sela acara peluncuran layanan musik 357 di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2009).

 

Menurut Ruby, dari jumlah pelanggan tersebut 200.000 di antaranya merupakan pelanggan data. Sayangnya, Ruby belum bisa memberitahukan berapa pembagian pelanggan pengguna EV-DO maupun 1X.

 

“Yang jelas, pelanggan data di wilayah Jabodetabek lebih banyak yang menggunakan EV-D,” jelas Ruby.

 

Dalam waktu dekat, Smart akan memperluas layanannya di wilayah Lampung, Aceh dan Makasar. Kemungkinan dalam kurun tiga minggu mendatang. Saat ini, layanan Smart sudah menjangkau seluruh Jawa, Bali, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. (srn)

HCPT 2008 Report

•May 25, 2009 • Leave a Comment

 

HCPT 2008 Report

March 05, 2009 By: Syahrial Ali Category:

SOURCE  Hutchison Telecommunications International Limited

The Hutchison Telecommunication International Limited just released the complete report for the financial year 2008 for all of the company in the group, including the PT. Hutchison CP Telecommunications (’HCPT’) Indonesia. The main points are: — Customer base more than doubled to 4,501,000, while  — Accelerated network expansion with over 6,300 base stations on-air. Complete report is as below.

The Group’s Indonesian operation PT. Hutchison CP Telecommunications (’HCPT’) continued to report good progress in its second year of operation despite a very challenging environment. Total customer base grew over 120% yearly on the back of accelerated network expansion across the country, strong branding and an effective distribution system. HCPT ended the year 2008 with more than 6,300 base stations on-air covering over 67% of the total population and all major cities in the country. It expects to increase the size of its networks to over 9,000 base stations by the end of 2009. HCPT is looking to maintain strong customer acquisition in 2009 in line with its expanded coverage.

HCPT’s turnover for the year increased 169.2% to HK$315 million on the back of customer growth. However, as HCPT is still in the early stage of establishing its footprint and further network expansion and increased marketing activities are required to establish a critical mass of customers, its loss before interest, taxation, depreciation and amortisation (’LBITDA’) for 2008 increased to HK$1,003 million from HK$475 million in 2007.

Nevertheless 2008 was a successful year for HCPT, as it seeks to become a leading GSM operator in Indonesia. Particularly in the last quarter where there was encouraging improvement in profitability. Through a series of revenue improvement initiatives implemented in the beginning of the second half, HCPT’s prepaid average revenue per user (’ARPU’) went up 22.2% to IDR11,000 from the last quarter. Together with stablised minutes of use (’MOU’) the average revenue per minute (’ARPM’) was lifted to IDR200 compared to IDR177 in the third quarter. Although prepaid churn appeared to have increased to 24.3% this was mainly due to an one-off exercise at the year end that identified and reduced inactive customers. HCPT expects to see churn revert to levels experienced in earlier quarters.

HCPT Unaudited Key Performance Indicators for 2008

Customer Base

                       Total  Postpaid   Prepaid

                       (‘000)    (‘000)    (‘000)

31 December 2008        4,501       11     4,490

30 September 2008       3,604        9     3,595

30 June 2008            3,203        7     3,196

31 March 2008           2,331        4     2,327

31 December 2007        2,039        3     2,036

 

ARPU                   Blended  Postpaid   Prepaid

                        (‘000)    (‘000)    (‘000)

31 December 2008           11      134      11

30 September 2008          10      134       9

30 June 2008               12      108      12

31 March 2008              14      120      14

31 December 2007           15      1        15

 

Minutes of Usage (MOU) Blended  Postpaid   Prepaid

31 December 2008           55      225      55

30 September 2008          56      209      56

30 June 2008               82      117      82

31 March 2008              94      104      94

31 December 2007           83       59      83

 

Churn rate             Blended  Postpaid   Prepaid

31 December 2008           24.2%    4.1%    24.3%

30 September 2008          18.1%    5.3%    18.1%

30 June 2008               15.6%    7.9%    15.6%

31 March 2008              17.6%    11.0%   17.6%

31 December 2007           17.7%    16.3%   17.7%

 

Source: http://syahrialali.com/2009/03/hcpt-2008-report/

MOU calculation method

•May 25, 2009 • Leave a Comment

Excel Batal Jual 7.000 Menara

•May 25, 2009 • Leave a Comment

Page 1 of 1

Arinto Tri Wibowo, Nerisa

Excel Batal Jual 7.000 Menara

RABU, 11 FEBRUARI 2009, 11:13 WIB

VIVAnews - PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) bermaksud membatalkan rencana penjualan 7.000

menara telekomunikasi yang diusung perseroan sejak 2008. Pembatalan tersebut dilakukan karena

harga penawaran dari peserta lelang tidak sesuai dengan target perusahaan.

“Harga penawaran penjualan menara tidak mencapai target yang diharapkan, karena calon pembeli

sulit memperoleh pendanaan akibat krisis global,” kata Sekretaris Perusahaan Excelcomindo Pratama,

Ike Andiani, dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI),

Rabu 11 Februari 2009.

Sebelumnya, dana hasil penjualan menara dialokasikan untuk mencukupi belanja modal (capital

expenditure/capex ) 2009. Excelcomindo awalnya juga menargetkan lelang itu rampung pada awal

2009.

Hingga saat ini, masih ada enam peserta lelang yang ikut berpartisipasi. Peserta lelang tersebut

merupakan perusahaan investasi dan konstruksi.

Direktur Utama Excelcomindo Pratama, Hasnul Suhaimi, sempat mengakui, pihaknya tengah

mempertimbangkan penutupan tender penjualan menara itu. Perseroan akan mengecek tiap bank

yang akan bekerja sama dengan pemenang tender.

Perusahaan telekomunikasi ini berharap bisa menjual menara BTS di atas kisaran harga US$ 635-808

juta atau Rp 5,7-7,3 triliun dengan kurs Rp 9.000/US$. Target tersebut merupakan kisaran wajar hasil

penilaian tim penilai independen PT Ujatek Baru sebesar US$ 90,73 ribu hingga US$ 115,4 ribu per

menara.

Saat dikonfirmasi, Senior Vice President Corporate Finance and Treasury Excelcomindo, Johnson Chan,

mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tetap berniat menjual menara BTS. “Namun, Excelcomindo

masih menunggu saat yang tepat,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa 10 Februari 2009.

Johnson menambahkan, perseroan juga masih mengkaji rencana penawaran umum terbatas (rights

issue) yang diharapkan terealisasi pada kuartal II-2009.

Sementara itu, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang juga sedang menegosiasikan rencana penjualan

300-500 menara base transceiver station (BTS) masih melanjutkan proses lelang. Perseroan berharap

bisa merampungkan lelang pada akhir Februari 2009.

“Rencana penjualan kami tetap jalan karena menara yang akan dilepas jumlahnya tidak sebanyak milik

Excel,” kata Direktur Corporate Services Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi saat dihubungi VIVAnews,

kemarin.

www.vivanews.com

http://bisnis.vivanews.com/news/read/29118-excel_batal_jual_7_000_menara

Dipublikasikan : Rabu, 11 Februari 2009, 11:13 WIB

©VIVAnews.com