2004 – Jumlah Pelanggan “Esia” Meningkat Tajam

Jakarta, 30 Juni 2004 Esia, produk telepon tetap nirkabel (fixed wireless phone) andalan PT Bakrie Telecom, kian gencar menerabas pasar. Jumlah pelanggannya meningkat tajam, terutama setelah PT Bakrie Telecom menggencarkan pemasarannya hingga ke wilayah Jawa Barat. Perusahaan ini menargetkan akhir tahun 2004 ini sedikitnya 400.000 orang telah menjadi pelanggan Esia.

 

“Perkembangannya sangat menggembirakan. Sekarang ini kami sudah mampu mendapatkan tidak kurang dari 350 orang per hari. Bahkan dalam beberapa hari belakangan ini sudah melewati seribu orang perhari. Ini sebuah kemajuan besar, dan kami akan terus agresif menerabas pasar,” kata Bismarka Kurniawan, Deputi Presiden Direktur PT Bakrie Telecom kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

 

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, menurut Bismarka, menandakan bahwa masyarakat sudah menyadari kelebihan Esia, baik dari sisi kualitas layanan pelanggan maupun dari sisi kualitas teknis. “Kepercayaan masyarakat merupakan modal yang amat berharga untuk menunjang langkah pemasaran kami. Tentu saja kami menyambut baik kepercayaan ini. Namun di sisi lain kami dituntut pula untuk menjaga kepercayaan tersebut. Karena itu kami bertekat untuk terus meningkatkan kualitas Esia”, tegasnya.

 

Dijelaskan oleh Bismarka, sejak beberapa bulan terakhir ini pihaknya memang kembali gencar menggaet pelanggan baru. Peningkatan jangkauan dan cakupan (coverage) pelayanan dan jaringan hingga ke Bandung, April lalu, telah diikuti dengan upaya-upaya mengintensifkan langkah pemasaran. “Kami telah mengintensifkan lini pemasaran,” ujarnya. Upaya ini, dilakukan melalui gebrakan pemasaran di komunitas-komunitas tertentu, disertai dengan upaya memperluas jaringan pemasaran di tingkat dealer dan agen.

 

Menurut dia, bagaimanapun para dealer dan agen adalah ujung tombak pemasaran Esia. Karena itu, langkah-langkah pembinaan hubungan dengan para dealer dan agen akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Kepada mereka, PT Bakrie Telecom juga menyediakan insentif dan pilihan kartu isi ulang yang makin beragam. Selain kartu perdana gratis seharga Rp. 30 ribu dengan isi pulsa Rp 30 ribu, Esia juga menyediakan kartu isi ulang senilai Rp. 25 ribu, Rp. 50 ribu atau Rp. 100 ribu.

 

Upaya lain yang dilakukan dan terbukti telah membuahkan hasil, menurut Bismarka, adalah menggalang kerja sama dengan komunitas-komunitas tertentu. “Baru-baru ini, misalnya, kami telah menjalin kerjasama dalam bidang pemasaran dan distribusi kartu Esia dengan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid pimpinan AA Gym. Kerjasama seperti inilah yang hendak kami kembangkan pula dengan komunitas-komunitas khusus lainnya karena ternyata membawa banyak manfaat”, jelas Bismarka.

 

Bismarka percaya, paduan dua cara pemasaran semacam itu — terus menggerakkan ujung tombak di lapangan, dan menggalang kerja sama dengan komunitas-komunitas tertentu — akan menjadi strategi yang jitu dalam menerabas pasar telepon tetap nirkabel yang memang diakui semakin ketat.

 

Dengan upaya-upaya yang kian intensif tersebut, Bismarka berharap jumlah pelanggan Esia akan terus bertambah secara signifikan. “Kami harapkan jumlah pelanggan akan terus bertambah karena kami memiliki target pada akhir tahun 2004 ini sedikitnya 400.000 orang sudah menjadi pelanggan Esia,” kata Bismarka. Saat ini jumlah pelanggan Esia tercatat sekitar 150 ribu orang, tersebar di Jakarta dan Bandung.

 

Tingkatkan Coverage

 

Bismarka menjelaskan bahwa Esia juga terus meningkatkan upaya perluasan jaringan, sekaligus peningkatan kualitas sinyal. “Saat ini, kualitas sinyal kami di Bandung sebaik yang dimiliki oleh operator seluler GSM lain. Hal ini akan terus ditingkatkan seiring dengan perluasan jaringan yang akan kami lakukan.” lanjutnya.

 

Diakuinya, peningkatan jaringan memang menjadi kata kunci dalam pengembangan bisnis telekomunikasi seperti yang dilakukan perusahaannya. Karena itu, berbagai cara untuk meningkatkan kualitas sinyal dan coverage selalu menjadi prioritas. “Kami menerapkan pola efisiensi dan pemantapan dalam penerapan sistim jaringan. Hal ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kualitas suara di wilayah layanan kami. Melalui ekspansi tahap kedua yang dilakukan dari bulan Juli hingga Agustus nanti, kualitas sinyal akan kami tingkatkan tiga kali lebih baik dari sekarang. Hal ini berlaku untuk kawasan Jakarta, Bandung dan sekitarnya”, tandasnya. Untuk tahap awal, pada pertengahan bulan Juli nanti, peningkatan kualitas suara di wilayah dalam kota diharapkan akan lebih baik, terutama untuk percakapan di dalam gedung.

 

Ditambahkan oleh Bismarka, peningkatan kualitas pelayanan dan teknis Esia ini, merupakan cerminan komitmen Kelompok Usaha Bakrie dalam pengembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia. “Telekomunikasi sudah menjadi salah satu bisnis inti Kelompok Usaha Bakrie. Karena itu, adalah kewajiban kami juga untuk terus meningkatkan kualitas layanan produk telekomunikasi kepada masyarakat penggunanya,” ujarnya.

 

Permudah Pembayaran

 

Pada bagian lain Bismarka menjelaskan, usaha menggebrak pasar tidak akan berhenti pada dua upaya tersebut. Esia akan terus mengintesifkan pemasarannya, sekaligus meningkatkan layanan kepada pelanggannya. Upaya-upaya lain juga akan terus dilakukan. Misalnya dengan cara mempermudah pembayaran tagihan.

 

Menurut Bismarka Esia terus menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga perbankan. “Sejauh ini kami telah melakukan ikatan usaha dengan berbagai macam bank, termasuk, BCA, Bank Bukopin, Bank BTPN, PT Pos Indonesia, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega. Dalam waktu dekat ini kami akan kembangkan pola kerjasama dengan bank-bank besar lainnya seperti, Danamon, Citibank, dan Bank Mandiri”, ujarnya

 

Upaya pemasaran yang makin intensif juga akan digiatkan melalui kerjasama dengan berbagai vendor handset, agar masyarakat semakin mudah memperoleh handset CDMA. Menurut Bismarka, selama ini salah satu tantangan pengembangan CDMA terletak pada masalah harga handset yang dirasakan masih tinggi. Karena itu diperlukan kerjasama yang inovatif dan intensif antara operator dan vendor handset agar masyarakat semakin mudah mendapatkan telepon CDMA.

 

“Esia sangat terbuka untuk kerjasama usaha semacam itu. Bahkan kami telah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak di luar vendor seperti GE, Sumber Kredit dan Adira Finance agar masyarakat yang tertarik dengan layanan telepon Esia dapat membeli handset dengan cara mencicil”, kata Bismarka.

 

PT Bakrie Telecom mulai memasarkan Esia pada September 2003 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Layanan Esia kemudian diperluas ke wilayah Bandung dan sekitarnya mulai bulan Mei baru-baru ini. Teknologi yang digunakan adalah CDMA 2000 1x yang berjalan pada pita frekuensi 800 MHZ dengan bandwith 10 MHZ penuh. Pita frekuensi yang dianggap terbaik untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMA.

~ by informationmedia on April 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: