Press release Q1 Excelcomindo : XL Rugi Rp 306 M pada Kuartal I

Sindo/ Rabu, 13 Mei 2009

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi menjelaskan, rugi bersih XL disebabkan depresiasi rupiah terhadap  dolar Amerika Serikat (AS) dan bertambahnya utang berbunga yang menimbulkan kerugian selisih kurs sekitar Rp 643 miliar, serta beban bunga pinjanan Rp 383 Miliar. “Tanpa pengaruh selisih kurs yang belum terealisasi, normalized net income XL, adalah Rp14 miliar,”ujarnya di Jakarta kemarin

Menurut Hasnul, jika nilai tukar rupiah stabil pada harga Rp10.500 per dolarAS, perseroan akan mencatatkan keuntungan. “Kalau stabil pada Rp10.500, sampai Juni ini untung kursnya bisa sampai Rp400 miliar, sedangkan sampai akhir tahun bisamencapai Rp700milia6″katanya.

Meski mengalami kerugian XL, berhasil meningkatkan pendapatan usahanya sebesar Rp10% menjadi Rp2,9 triliun pada kuartal I/ 2009 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,6 triliun. “Pertumbuhan pendapatan ini ditunjang oleh kenaikan pendapatan percakapan seiring dengan kenaikan total outgoing minutes sebesar 263% dan kenaikan pendapatan bisnis penyewaan menara sebesar 682%, jelas Hasnul

Mengenai jumlah pelanggan, lanjut Hasnul, jika dibandingkan dengan kuartal I/2008 terjadi kenaikan 39% dari 18,4 juta menjadi 24,9 juta. Namun, dibandingkan dengan kuartal IV/2008 yang mencapai 26 juta pelanggan, terjadi sedikit penurunan. “Tetapi jumlah  pelanggan prepaid (prabayar) naik 2%,”ujarnya.

Lebih jauh Hasnul mengatakan, untuk memenuhi belanja modal perseroan sebesar USD600 juta tahun ini, pemegang saham mayoritas telah berkomitrnen member suntikan dana Rp300 niliar 600 miliar, “Kita harapkan suntikan dana dapat terealisasi pada semester dua tahun ini,” katanya.

Menurut Hasnul, suntikan dana ke perusahaan tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yakni melalui mekanisme penawarah saham terbatas (right issue) atau penerbitan mandatory convertible bond ( MCB ). Namun jika ternyata suntikan dana tersebut tidak dapat direalisasikan tahun ini, perseroan akan menjajaki pinjaman dari Bank local senilai  USD100-150 juta tahun ini. Rencana tersebut akan dilakukan untuk membayar utang perseroan yang jatuh tempo tahun ini.

Direktur Keuangan XL Wim Timmermans menambahkan total utang perseroan yang jatuh tempo tahun ini sebesar USD130 juta. Sebagian dari total utang tersebut sudah dibayarkan hingga kuartal pertama tahun ini. Sisanya akan dibayarkan per bulan nulai Juli 2009. Di antaranya adalah kewajiban utang kepada Bank Mandiri sebesar Rp 400 miliar dan Export Credit Agency (EKN) dari Swedia sebesar USD 30 juta. Pengamat pasar modal David MJ Ferdinandus mengatakan, pada dasarnya telekomunikasi merupakan sektor yang dinamis. Namun, karena tingginya kebutuhan terhadap dolar AS, perusahaan telekomunikasi harus menanggung rugi kurs yang besar saat rupiah terdepresiasi, “Dari sisi industry  sebenarnya bagus, tetapi memang semuanya sedang mengalami tekanan kurs, lontarnya

David menjelaskan dengan banyaknya operator telekomunikasi yang berdampak pada ketatnya persaingan, dibutuhkan inovasi dari operator untuk tetap bisa bertahan. “Kalau tidak ada inovasi operator kecil bisa gulung tikar,” tambahnya.

Seperti diketahui, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT BakieTelecomTbk (Btel) sebelumnya juga mengumumkan penurunan laba bersih di kuartal I/ 2009 akibat tertekan oleh rugi kurs. Laba bersihTelkom merosot 23,4% (year on year YoY) dari Rp3,2 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Sementara laba bersih BTEL anjlok 79,1% dari Rp27,4 miliar menjadi Rp5,7 miliar.

Direktur Keuangan BTEL JastiroAbi mengatakan, untuk mencegah rugi kurs yang lebih besar, perseroan melakukan lindung nilai (hedging) atas utang Credit Suisse sebesar USD 145  juta. “Perseroan mengambil keputusan hadging setelah mengalami kerugian kurs sebesar Rp14,2 miliaf. Padahal pada periode sebelumnya perseroan mengalami keuntungan kurs Rp25,9 miliar,” ungkapnya.

Jastiro menambahkan, pada kuartal I/2009 perseroan sebenarnya berhasil meningkatkan pendapatan bersih sebesar 48,9% dari Rp 441,8 miliar menjadi Rp 658,2 miliar, adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amorfisasi naik 59,7 % dari Rp l47,5 miliar menjadi Rp235,6 miliar. “Kalau tidak ada kerugian kurs, kinerja kita mungkin lebih baik,  Pungkasnya

~ by informationmedia on May 19, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: