Analisis SOSTAC Pada Kartu AXIS

Kamis, 2009 Januari 22

1. Pendahuluan
Persaingan usaha bidang operator seluler cukup ketat, dengan munculnya beberapa operator baru yang lahir, dan mampu tetap eksis dan bertahan merebut pelanggan. Suatu perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia yang tek pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah revolusi besar di bidang komunikasi, dan semakin cepatlah globalisasi dan tiada batas antara wilayah dan Negara.
Munculnya persaingan itu telah melahirkan berbagai macam persaingan yang sehat maupun tidak sehat. Perang harga terus terjadi, diikuti inovasi-inovasi tentang fitur layanan bagi pelanggan. Pelanggan banyak mendapatkan pilihan, dan saatnyalah bahwa pembeli atau konsumen adalah raja. Sehingga operator seluler saat ini harus memanjakan pelanggannya agar tidak ditinggalkan pelanggan menuju operator lainnya.
Makin banyak operator seluler, alternatif layanan telekomunikasi makin beragam. Operator seluler baru melakukan validasi terhadap 30 persen pelanggan seluler di seluruh Indonesia. Dari 106.701.141 pelanggan yang tercatat baru 32.491.599 orang yang memiliki data benar. Demikian laporan terakhir yang dirilis Ditjen Postel Depkominfo di Jakarta, Jumat (1/8). Angka tersebut merupakan hasil pengecekan lapangan terhadap verifikasi dan validasi kartu prabayar, baik layanan telekomunikasi seluler dan maupun FWA (Fixed Wireless Access) yang dilaporkan semua operator. (Pulsa Murah, 2008)
Direktorat jendral Pos dan telekounikasi menyatakan dari 50.548.000 pelanggan Telkomsel, baru 11,27 persen tervalidasi atau sekitar 5.700.000 orang sampai 30 Juni 2008. Sedangkan Indosat menjadi operator dengan tingkat validasi pelanggan pra bayar tertinggi yaitu 85,59 persen, dari 25.750.628 pelanggan, tervalidasi 22.040.881 pelanggan sampai 31 Maret 2008. Sampai 30 Juni 2008, pelanggan XL baru 0,6 persen yang tervalidasi atau baru 13.667 pelanggan dari 22.423.262 dan merupakan tingkat validasi terkecil dibandingkan operator lain.(Pulsa Murah, 200 8)
AXIS (Natrindo Telepon Seluler) baru memvalidasi 15,5 persen pelanggannya yaitu 92.097 orang dari 591.990 pelanggan sampai 12 Juli 2009. Sementara PT Huchinson CPT telah memvalidasi 78,5 persen pelanggan yaitu ada 2.520.627 orang dari 3.209.196 pelanggan. Mobile-8 baru melakukan validasi terhadap 58,4 persen pelanggannya yaitu 1.798.458 dari 3.078.569 teregistrasi, dan total pelanggan mereka sebanyak 3.772.079. Sementara dari 504.330 pelanggan Sampoerna Telecom, telah tervalidasi 80 persen atau 325.869 pelanggan dan Smart Telecom telah memvalidasi 80 persen pelanggan atau 403.464 pelanggan dari 504.330.
Untuk pengguna ponsel nirkabel terbatas (FWA), baru tervalidasi sekitar 61 persen atau sebanyak 7.230.700 orang dari 11.824.024 total pelanggan dari tiga operator yaitu Indosat, Telkom dan Bakrie Telecom. Sebanyak 90 persen pelanggan Starone Indosat atau 616.139 orang tervalidasi dari 677.163 pelanggan.
Sedangkan Flexi Telkom telah memvalidasi 81,7 persen atau 5.470.940 orang dari total 6.690.198 pelanggan. Bakrie Telecom baru memvalidasi 25,6 persen pelanggan Esia atau 1.143.621 orang dari 4.456.663 orang.
Dalam siaran pers tersebut, Direktorat jendral Pos dan telekomunikasi menghimbau kepada para pengguna jasa telekomunikasi seluler dan FWA untuk memberikan data registrasi yang benar dan valid, karena Peraturan Menteri Kominfo No. 23/M.KOMINFO/10/2005 tentang Registrasi Terhadap Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Pasal 4 Ayat (6) menyebutkan, bahwa penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menonaktifkan nomor pelanggan jasa telekomunikasi yang terbukti atau diketahui menggunakan data sebagaimana dimaksud ayat (2) dalam bentuk identitas palsu atau tidak benar atau identitas milik orang lain tanpa hak atau tanpa seizin orang yang bersangkutan. (Pulsa Murah, 2008)
Persaingan seluler begitu tajam seperti data di atas memunculkan berbagai persaingan yang sehat maupun tidak sehat. Permasalahan itu muncul juga dalam Perusahaan Seluler AXIS saat ini. Berita paling kontroversial menjelang akhir bulan, sudah pernah dengar operator baru AXIS atau malahan sudah memakai secara gratis GPRS 100mb, yang membuat terkejut ternyata AXIS mendapat Isu disponsori oleh Gereja Penyembah Setan.
Benarkan AXIS ini adalah disponsori oleh gereja penyembah Setan, angka 6 di daftar tarif itu menandakan angka setan 666 dan Siapakah gereja setan itu ?, Dari beberapa fakta yang ada AXIS ini merupakan perusahaan yang telah diakuisisi oleh Saudi Telecom dan sebuah perusahaan Malaysia. AXIS ini sebelumnya bernama NTS (Natrindo Telecom Selular) menurut kabar dari detik.com frekuensinya mau di cabut lantaran tidak digunakan sepenuhnya.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia, yakni Saudi Telecom Company (STC), penyedia layanan telekomunikasi nasional yang berbasis di Arab Saudi; dan Maxis Communications, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama kami bertekad untuk menanamkan modal dan memberikan kontribusi penuh bagi pembangunan dan pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.
Didirikan pada tahun 1998, Saudi Telecom Company (STC) menyediakan layanan komunikasi lengkap seperti telepon tetap dan bergerak, internet, dan layanan data. Perusahaan ini beroperasi melalui empat anak usahanya (Alhatif, Aljawal, Saudi Data, and Saudinet) dan adalah satu-satunya penyedia layanan telepon tetap, data, dan internet di Arab Saudi.
Pada tahun 2005, pemerintah Arab Saudi mengurangi sahamnya di perusahaan tersebut dengan menawarkan 30 persen ekuitas kepada publik. Pada triwulan ketiga 2006, STC sudah menguasai sekitar 71 persen pangsa pasar di Arab Saudi. Saat ini kapitalisasi pasar STC telah mencapai sekitar US$40,5 milliar.
Maxis Communications adalah perusahaan penyedia telekomunikasi terbesar di Malaysia, yang memiliki investasi di industri telekomunikasi di India dan Indonesia. Maxis menyediakan layanan telepon seluler dan tetap, serta layanan gateway internasional. Per tanggal 31 Maret 2007, jumlah total pelanggan telepon seluler Maxis di Malaysia mencapai 8,5 juta (menunjukkan pangsa pasar sebesar 41,5%). Maxis mencatat pendapatan sebanyak RM 6,96 milliar dan EBITDA sebesar RM 3,76 milliar pada tahun fiskal yang berakhir 31 December 2006.
Entah terkait dengan launching-nya operator telepon GSM AXIS di Jakarta atau tidak, belakangan ini tersebar isu tidak sedap mengenai AXIS, yaitu bahwa AXIS adalah kartu setan. Kabar ini menyebar melalui SMS, forum diskusi internet, dan juga komentar-komentar di blog.
AXIS telah menunjuk Ericsson untuk mendorong program perluasan jaringannya secara nasional. Ericsson akan membangun jaringan AXIS di Jakarta, Banten, Sumatera serta membangun sekitar 2.100 BTS.
Teknologi yang akan diimplementasikan Ericsson meliputi GSM, 3G, radio access, serat optik dan transmisi microwave. Termasuk dalam kerjasama ini adalah layanan managed services hingga tahun 2010 yang mencakup dukungan teknis dan operasional jaringan.
Ericsson juga akan membantu AXIS dalam mengelola dan mengoperasikan jaringan AXIS di daerah-daerah tersebut termasuk pengoperasiannya di lapangan serta dukungan layanan lainnya.
Erik Aas, Presiden Direktur dan CEO AXIS mengatakan, Ericsson telah menjadi salah satu mitra utama AXIS mulai dari awal peluncuran layanannya. “Mitra strategis seperti Ericsson adalah kunci dari keberhasilan AXIS untuk mewujudkan misinya menjadikan layanan komunikasi terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,”
Sementara Bengt Thornberg, President Ericsson Indonesia berpendapat, keputusan AXIS untuk mempererat kemitraan ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi Ericsson Indonesia. “Bukan hanya karena ini adalah kelanjutan dari kerja sama yang sudah berlangsung, tetapi juga jejak langkah perluasan jaringan tercepat ke daerah-daerah yang sedang berkembang di seluruh Indonesia,” tandasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detik INET, Senin (27/10/2008).
Perkembangan AXIS yang merupakan perusahaan telephon seluler yang bergerak di bidang operator seluler menghadapi berbagai macam tantangan, ancaman, hambatan, dan berbagai rintangan dalam persaingan Industri telekomunikasi yang berkembang cepat di Indonesia. Namun sampai September 2008 target Axis belum dapat tercapai seratus persen hanya 62,5 % dari target yang ditentukan. Hal ini akibat dari berbagai kendala yang ada. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis yang harus dicapai oleh AXIS dalam mencapai target. SOSTAC (Situations Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Actions, and Control) merupakan pendekatan komunikasi modern yang akan digunakan dalam pendekatan analisis dalam menghadapi kasus-kasus dari AXIS. Terutama dalam target pemasaran yang akan dicapai.

2. Rumusan Masalah
Target Pemasaran dalam penjualan produk terutama dengan menggunakan Marketing Mixed, yaitu dengan berbagai analisis pendekatan dalam menghadapi hambatan dan tantangan dapat dilakukan sebuah analisis yang tepat.
1.Apakah Model pendekatan SOSTAC dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh AXIS?
2.Bagaimana Model Pendekatan SOSTAC dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh AXIS dalam hal Managemen dan Marketing?
3.Seberapa Efektifkah model SOSTAC dalam mengatasi persoalan marketing?
4.Kapankan Model SOSTAC dapat dilakukan dan dilaksanakan dalam model marketing untuk memperoleh hasil sesuai target yang ditentukan?
Pendekatan dalam manajemen dan komunikasi ini dilakukan agar diperoleh target perusahaan sesuai yang diinginkan dengan berbagai persoalan yang muncul.

3. Landasan Teori
3.1 Definisi model SOSTAC.
SOSTAC adalah singkatan atau ringkasan tahapan-tahapan proses strategi pemasaran oleh Paul R. Smith (1990). SOSTAC terdiri dari :
1.Situation Analysis. (Analisis Situasi) yang mana terdiri dari SWOT Analysis, PEST Analysis, Marketing Mix(bauran kebijakan) dan Competitive Position (posisi persaingan).
2.Objectives. (obyektif) Kemana kita akan pergi (Where do we want to go)? Terdiri dari : Ashridge Mission Model, 5 P’s Model, SMART.
3.Strategy(strategi). Bagiamana kita mendapatkanya (How are we going to get there)? Terdiri dari : Market Segmentation (sekmentasi pasar) dan Positioning.
4.Tactics (taktik). Yang lebih detail dari strategi. Berupa Tools (alat) dan Komunikasi (Communication).
5.Actions (aksi) . Implementasi, pengambilan perencanaan kerja dalam Action Plan (perncanaan aksi) . Terdiri dari RACI Model, CSFs dan, KPIs
6.Control(pengawasan). Track progress melalui pengukuran (measuring), pengawasan (monitoring), pengecekan (reviewing), penempatan (updating and modifying). Terdiri dari Kinerja manajemen (Performance Management) dan Blanced Scorecard.
Keunikan metode SOSTAC adalah sederhana (simplicity). Pendekatan adalah memenuhi tahapan secara bersama-sama dalam menciptakan perencanaan pemasaran (marketing plan). Terdiri dari 5 C’s of Marketing Strategy (strategi pemasaran 5C), Feasibility Study (studi kelayakan), VMOST dan Customer Relationship Management (manajemen hubungan dengan paelanggan).

3.2. SWOT
Merupakan analisis dari Strength (kekuatan) , Weakness (Kelemahan), Oportunity (Peluang) dan threat (Ancaman). Merupakan analisis manajemen yang berdasarkan pada kepekaan terhadap lingkungan manajemen terutama marketing atau pasar.
Strength (Kekuatan) adalah berupa modal, kemampuan sumber daya manusia, teknologi, jaringan, dan brand image tau merek yang dimiliki merupakan kekuatan yang dibutuhkan perusahaan dalam mengembangkan diri dalam mencapai target atau sasaran.
Weakness (kelemahan) adalah berbagai macam kelemahan yang dimiliki perusahaan, seperti isu-isu negative yang muncul, jaringan yang terbatas, tenaga pemasaran yang masih kurang mengakar dalam jaringan, serta kelemahan-kelemahan lain yang memungkinkan untuk menjadi kendala dalam meningkatkan target atau sasaran yang harus dicapai.

3.3 PEST
PEST analysis adalah merupakan pola kerja dan strategi konsultan menggunakan pengamatan lingkungan makro eksternal (scan the external macro-environment) dalam setiap operasi perusahaan. PEST adalah singkatan dari : Political, Economic, Social and Technological (Politik, ekonomi, sosial da teknologi)
PEST factors merupakan sebuah aturan main yang penting dalam strategi menciptakan peluang nilai kreasi. Meskipun bahasa selalu diluar kontrol dari perusahaan dan harus normal terdiri dari kesempatan atau peluang lain. Bersama macro-economical factors (factor makro ekonomi) dapat berbeda tiap continental, negara atau suatu tempat, juga biasanya analisis PEST seharusnya dicitrakan tiap negara. Berikut ini terdapat contoh dari tiap faktor-faktor tersebut :
1.Political (incl. Legal) /Politik (memasukkan hukum)
Penelitian berjenjang Kebijakan lingkungan dan proteksi, pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan pemerintah.(Environmental regulations and protection Economic growth Income distribution Government research spending)
2.Economic (ekonomi)
Kebijakan pajak, suku bunga dan moneter, kependudukan, tingkat pertumbuhan penduduk, pembagian usaha industri berfokus pada teknologi. (Tax policies Interest rates & monetary policies Demographics, Population growth rates, Age distribution Industry focus on technological effort )
3.Social (Sosial)
Kebijakan perdagangan internasional dan retriksi pemerintah, perlindungan tenaga kerja, mobilitas sosial, penemuan dan pengembangan kontrak baru. Pemberdayaan hkum, perlindungan konsumen. Kebijakan pengangguran, merubah gaya hidup, tingkat transfer teknologi, Hukum perburuhan, pajak tenaga kerja dan pengembangan perilaku semangat wira usaha. (International trade regulations and restrictions, Government spending Labor / social mobility, New inventions and development, Contract enforcement law Consumer protection, Unemployment policy, Lifestyle changes Rate of technology transfer, Employment laws Taxation Work/career and leisure attitudes Entrepreneurial spirit)
4.Technological (teknologi)
Siklus hidup dan kecepatan dari perkembangan teknologi, organisasi pemrintah, tingkat perubahan perilaku pendidikan pengunaan energi dan biaya. Kebijakan persaingan, tingkat inflasi, fase perubahan dalam teknologi informasi, tingkat stabilitas politik dari siklus bisnis, jaminan kesehatan dan kesejahteraan, naluri dari pengamanan perubahan dalam internet, kebijakan perlindungan kepercayaan konsumen, keyakinan hidup, kondisi teknologi yang dalam situasi bergerak. (Life cycle and speed of technological obsolescence Government organization / attitude Exchange rates Education Energy use and costs. Competition regulation Inflation rates Fashion, hypes (Changes in) Information Technology Political Stability Stage of the business cycle Health consciousness & welfare, feelings on safety (Changes in) Internet , Safety regulations Consumer confidence Living conditions (Changes in) Mobile Technology )
Melengkapi PEST Analysis adalah relatif sederhana dan dapat dikerjakan melalui pelatihan (via workshops) menggunakan teknik wawancara (brainstorming). Penggunaan dari PEST analysis bisa bermacam-macam dari perusahaan dan strategi perencanaan, perencanaan pemasaran, pengembangan usaha dan produksi, dan catatan penelitian (company and strategic planning, marketing planning, business and product development, dan research reports.)
Varian dari PEST Analysis selalu seperti SLEPT Analysis (plus Legal) or the STEEPLE Analysis: Social/demographic (sosial/kependudukan), Technological(teknologi), Economic(ekonomi), Environmental(lingkungan)/ natural(alam) , Political(politik), Legal (hukum) dan Ethical factors(factor etik). Juga Geographical factors (factor geografi) adalah signifikan.

3.4 Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Menggambarkan model Marketing Mix (juga dikenal dengan 4 P dapat digunakan oleh tenaga marketing merupakan alat yang banyak digunakan dalam strategi pemasaran. Marketing managers (manajer pemasaran) menggunakan metode ini untuk menggerakkan atau mendorong secara optimal dari target yang telah ditentukan agar tercapai dari berbagai variables yang dijalankan. Adalah penting memahami prinsip-prinsip Marketing Mix (bauran kebijakan) sebagai variabel kontrol. Marketing Mix (baurna kebijakan) disesuaikan dengan dasar frekuensi pertemuan dibutuhkan untuk mengubah sejumlah target dan lingkungan pemasaran yang treus bergerak secara dinamis.
1.Product(barang)
Sejarahnya, pemikirannya adalah produksi barang akan sendirinya meskipun adalah prosduk yang kurang baik setiap hari lebih tinggi dalam pasar kompetitif. Plus adalah berupa hukum yang dibawa oleh pelanggan lebih baik untuk dikirim produk kembali yang jelek tersebut. Berbagai macam pertanyaan dari barang akan bekerja pada organisasi yang diciptakan yang dibutuhkan konsumen. Mendefinisikan karakteristik dari produk atau jasa yang dilihat dan dibutuhkan pelanggan. Memfungsikan ; Quality (kualitas); Appearance; Packaging(kemasan); Brand (merek); Service(jasa); Support(pendukung); dan Warranty(garansi).

2.Price (Harga)
Berapa harga yang diinginkan pelanggan untuk dibayar harus dipertimbangkan. Disini terdiri dari strategi harga tidak menjadi masalah. Kejadian jika anda memilih tidak menjawab hanya uang untuk barang dan jasa, anda harus merealisasikan bahwa sebuah keputusan penting dan bagian dari stategi harga (pricing strategy). Meskipun harga pesaing adlah lebih lama dipilih, pelanggan selalu kelihatan sensitive untuk potongan harga dan harga kusus. Price (harga) juga memiliki sisi irasional, tidak selalu harga mahal barang nya baik. Persaingan Permanen dari harga dari berbagai macam perusahaan tidaklah sangat dekat dengan sensitifitasnya. Daftar Harga berupa Discounts(potongan); Financing(keuangan) ; Leasing Options; dan Allowances.

3.Place (Tempat)
Kemampuan untuk memilih tempat yang tepat, seperti waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat. Barang akan berubah nilainya di tempat yang berbeda. Seperti internet dan telefon genggam. Lokasi, Logistik; anggota jaringan; Jalur motivasi, Pasar, Tingkat pelayanan, Internet, dan Mobil.

4.Promotion (Promosi)
Bagaimana memilih target kelompok dalam organisasi dan produksinya. Mengeluarkan semua kekuatan senjata tempur pemasaran yaitu advertising (pengiklanan), selling(penjualan), sales promotions(propaganda penjualan), Direct Marketing (penjualan langsung), Public Relations(kehumasan), dan lain-lain. Sisi lain 3 P memiliki kelemahan dari pengertiannya pasar saat ini , Promosi menjadi lebih penting Promosi untuk memfokuskan diri pada Advertising(pengiklanan) ; Public Relations(kehumasan) ; Message(pesanan); Direct Sales(penjualan langsung); Sales(penjualan); Media(media); dan Budget(penganggaran).
Fungsi dari bauran pemasaran membantu mengembangkan bauran tidak hanya kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan target pasar, tetapi keterkaitan untuk memaksimalkan kinerja organisasi. Yang memasukkan berbagai bagian sejumlah dari Promosi untuk 4P sampai 5P dalam model Marketing Mix(bauran kebijakan).

3.5 Competitive Position (Posisi Persaingan)
Menggambarkan Posisi persaingan dari tingkat relatif dominan sebuah perusahaan dalam pasar membandingkan dengan kompetitor. Contohnya , Sebuah perusahaan memiliki target sebagai pemimpin pasar (market leader), atau tumbuh dari posisi ketiga menjadi dua, dalam pasar untuk penjualan pisang.
Juga, bisa diindikasikan dalam tingkat pasar sebagai market leader, challenger, follower atau niche player. Atau mengekspresikan prosentase pangsa pasar.
3.6 Management Berdasarakan Sasaran. (MBO)
Deskripsi MBO menerangkan secar obyektif dari setiap tenaga kerja dan membandingkan dan langsung selalu menggambarkan kineyang obyektif yang diatur. Peningkatan kinerja organisasional dengan menerapkan sasaran organisasi dengan obyektif dari subordinat melalui Organisasi. Idealya, tenaga kerja memiliki kekuatan yang memasuk diidentifikasi secara obyektif, tepat dan lengkap, dan sebagainya.
MBO memasukkan trak dari proses dan hasil yang diperoleh secara obyektif. Management by Objectives pertama kali dikenalkan oleh Peter Drucker (1954) dalam bukunya berjudul “The practice of Management/manajemen dalan Praktek”.
Prinsip Management by Objectives (manajemen berdasarakan sasaran) adalah :
Melalui tujuan organisasi (Cascading of organizational goals and objectives), Spesifikasi sasaran bagi anggota (Specific objectives for each member), membuat keputusan yang partisipatif (Participative decision making), periode waktu eksplisit (Explicit time period), dan evaluasi kinerja dan menghasilkan umpan balik (Performance evaluation and provide feedback).
Management by Objectives (manajemen berdasrkan sasaran) juga mengitruduksi metode SMART untuk mengecek validitas dan obyektifitas. Yaitu : kusus (Specific), terukur (Measurable), prestasi (Achievable), nyata (Realistic), dan hubungan waktu (Time-related).
Tahun 1990-an , Peter Drucker mengambil pengaruh dari metode manajemen organisasi kedalam perspektif, dimana ia berkata “It’s just another tool. It is not the great cure for management inefficiency. Management by Objectives works if you know the objectives, 90% of the time you don’t.” (tidak hanya satu-satunya alat. Yang tidak lebih besar untuk manajemn yang tidak efisien. Manajemen berdasarkan sasaran bekerja jika kita tahu sasarannya, 90% dari waktu bukan.

4. Gambaran Umum dan Pembahasan
4.1 Gambaran Umum tentang AXIS
PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang merek AXIS merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.
Logo AXIS mencerminkan aspirasi yang melambangkan kemajuan dan perubahan. Tekad AXIS adalah agar seluruh pelanggan dapat menikmati manfaat penuh dari layanan komunikasi bergerak untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: yaitu Saudi Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi; dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama AXIS bertekad memberikan kontribusi penuh bagi pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.
AXIS yakin bahwa yang terpenting bukan hanya “apa yang bisa di lakukan” tetapi juga “bagaimana melakukannya”. Tekad untuk selalu mengutamakan tanggung jawab dalam pekerjaan kami. Dimana pun berada, kami berkewajiban untuk menjalankan usaha dengan integritas, seperti yang tertera dalam Code of Conduct (kode etik) dan nilai-nilai perusahaan kami.
AXIS bangga menjadi sebuah korporasi yang bertanggung jawab. Tanggung jawab sosial perusahaan ini melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat luas dan komunitas setempat. AXIS berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendukung cita-cita pemerintah untuk kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia.
AXIS didukung oleh lebih dari 400 karyawan yang dipimpin oleh tim profesional yang berpengalaman. Keinginannya adalah menjadi organisasi yang menarik dan dinamis. Organisasi yang menciptakan lingkungan kerja yang unik, memungkinkan profesional muda di dalamnya untuk mengembangkan diri dalam lingkungan yang mengutamakan gairah, inspirasi, akuntabilitas, kecepatan dalam bekerja, dan memiliki motivasi tinggi (SMART).
Komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh aktifitas dengan penuh tanggung jawab dan tidak lupa untuk selalu memiliki semangat tinggi. Dimanapun mereka berada, obligasi mereka untuk menjalankan bisnis dengan penuh integritas dan bertindak dalam Perturan dan nilai-nilai korporasi.
4.2 Tujuan dan Visi Perusahaan
Tujuan utama AXIS adalah untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemilik saham, pelanggan dan mitra mereka pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kerja Keras mereka untuk dapat menjadi kekuatan pendorong bagi penciptaan, menyederhanaan dan perkenalan komunikasi bergerak dan solusi-solusi kandungan seluler ke pasar.
Merek AXIS, mengartikulasikan ambisi perusahaan dan Logo mereka adalah simbol dari pergerakan dan perubahan, evolusi tanpa henti AXIS guna lebih mendukung pelanggan Untuk mendapatkan keuntungan penuh dari layanan komunikasi bergerak dalam kehidupan sehari-hari.
AXIS ingin agar para pelanggan dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, kapanpun mereka menginginkannya. AXIS akan menepati janji dan menghantarkan apa yang telah disebutkan. AXIS akan terus menerus memberikan inovasi dalam menyampaikan ide-ide segar.
4.3 Tata Kelola Perusahaan
AXIS beranggapan peraturan perusahaan yang baik merupakan alat penting agar dapat mencapai visi dan misi strategis perusahaan, mentaati nilai-nilai mereka dan untuk menjaga budaya perusahaan yang baik.
Peraturan dan ketentuan perusahaan meliputi keterbukaan dan transparansi kepada para pemegang saham, manajemen dan juga pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti karyawan, pembuat regulasi, pelanggan, para vendor dan supplier, pihak pemerintah yang berwenang dan masyarakat pada umumnya.
Secara berkala mereka melihat dan menilai kembali perkembangan peraturan dan ketentuan perusahan, dan mengubah peraturan kami sesuai dengan waktu dan kondisi yang berlaku. AXIS mentaati dan mengikuti semua peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
4.4 Budaya dan Kode Etik Perusahaan
Mereka beranggapan bahwa Etika dan Perilaku perusahaan merupakan peta tingkat tinggi yang dirancang untuk mengorientasikan seluruh karyawan perusahaan. Ini mempromosikan nilai cita-cita perusahaan yang mereka bawa ke pekerjaan, dan mendiskusikan perilaku yang mereka tentang atau larang. Peraturan perusahaan, petunjuk dan kegiatan memberi tambahan pada prinsip-prinsip ini.Menyediakan dengan rinci, apa yang mereka butuhkan dalam perkerjaan mereka sehari-hari.
Sukses perusahaan tergantung pada kinerja pribadi setiap karyawannya. AXIS harus dapat beradaptasi dan mengimplementasikan nilai standar tertinggi akan perilaku pribadi seperti yang telah tertanam dalam nilai-nilai perusahaan – istimewa, sederhana, mengedepankan manusia lebih dulu dan dapat dipertanggung jawabkan yang mereka upayakan dalam kegiatan sehari-hari. Pada intinya Kode Perilaku Perusahaan mengatur bagaimana mereka dapat menjiwai perilaku dan nilai-nilai tersebut dalam lingkukan pekerjaan, Khususnya dalam bagaimana kita menggambarkan perusahaan dan berhubungan dengan rekan sesama.
Setelah hadir di Surabaya dan Bandung, kini AXIS membuka layanan di Jakarta. AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. Penawaran seperti itulah yang akhirnya dijadikan sebagai motto AXIS dengan tagline “GSM yang Baik”. “Penawaran harga yang rumit di pasar sering menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan telepon selular,” ujar Erik Aas, Presiden Direktur AXIS saat peluncuran AXIS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Erik menambahkan bahwa karena itu, Axis menawarkan kepada pelanggan telekomunikasi di Indonesia sesuatu yang benar-benar baru. Sebagai layanan GSM yang terjangkau, sederhana dan transparan dimana pelanggan dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang dikeluarkan setiap selesai berkomunikasi.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
4.5 Analisis dan Implementasi Manajemen dan Penyelesaian Kasus
Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh AXIS dalam model SOSTAC :
1. SITUATION (Situasi)
Saat ini penulis sedang menjalani pengamatan terhadap masalah yang dihadapi oleh AXIS dan situasi di dalam AXIS yang berbeda dengan situasi perusahaan ditempat lain, karena memiliki karakteristik tertentu. Lingkungan di AXIS relatif homogen karena terdiri dari sebagian besar pada gerak usaha operator seluler dimana staf pekerja AXIS adalah , marketing dan sebagian kecil dari non anggota pemasaran.Suasana yang terasa di AXIS ini adalah suasana marketing, terasa sekali semangat dan di tuntut untuk mencapai target pemasaran,sehingga bisa dikatakan situasi kondisinya logis tenaga marketing secara langsung ataupun supporting sitem. Sehingga untuk menjadi perhatian , keluasan usaha, cakrawala pengetahuan dalam bidang marketing menjadi hal yang penting.
Analisis SWOT yang adalah :
a.Strength (kekuatan)
AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. Penawaran seperti itulah yang akhirnya dijadikan sebagai motto AXIS dengan tagline “GSM yang Baik”. “Penawaran harga yang rumit di pasar sering menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan telepon selular,” ujar Erik Aas, Presiden Direktur AXIS saat peluncuran AXIS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Erik menambahkan bahwa karena itu, Axis menawarkan kepada pelanggan telekomunikasi di Indonesia sesuatu yang benar-benar baru. Sebagai layanan GSM yang terjangkau, sederhana dan transparan dimana pelanggan dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang dikeluargkan setiap selesai berkomunikasi.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif tinggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa TImur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
Akankah Axis bakal terus menjadi “GSM yang Baik” ataukah ikut terjun ke arena perang tarif selular yang membingungkan.
Kekuatan AXIS adalah telah terbangun kesan di dalam masyarakat dan pelanggan bahwa AXIS adalah Operatot seluler yang baik.
b.Weaknest (kelemahan)
Tarif per detik saat ini sedang gencar ditawarkan oleh semua operator GSM. XL lewat Kartu Bebas, Telkomsel lewat kartu As dan Simpati dan Indosat dengan IM3. Kini, Mentari pun mulai bermain dengan tarif per detik. Namun, konsepnya seperti Simpati yaitu pelanggan diberi dua pilihan yaitu tarif per detik dan tarif per 30 detik. Program Mentari dengan tarif per detik yang dinamai Mentari Sakti ini merupakan kelanjutan dari program Mentari lainnya yang telah dikenal masyarakat sebelumnya.
Dengan program ini, pelanggan Mentari bisa berhemat karena dapat melakukan percakapan dengan tarif murah dari detik pertama. Tarif yang berlaku untuk Mentari Sakti adalah Rp. 5/detik berlaku pukul 23.00 – 17.00 dan Rp. 20/detik berlaku pukul 17.00-23.00. Program promosi ini berlaku mulai 9 April hingga 30 Juni 2008.
“Seperti telah diketahi bahwa sebelumnya Indosat memperkenalkan tarif per detik yang murah pada kartu IM3. Sekarang giliran pelanggan Mentari juga mendapatkan kesempatan yang sama. IM3 lebih cocok untuk pengguna yang menelepon ke sesama operator dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan Mentari cocok bagi pengguna yang sering menelepon ke semua operator manapun setiap saat,” ujar Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat, pada peluncuran Mentari Sakti di Gedung Indosat, Jakarta (14/4).
Selain meluncurkan program Mentari Sakti, Indosat juga mengeluarkan tarif terbaru untuk kartu pascabayar Matrix, yaitu tarif Rp. 15 per detik berlaku ke semua operator. Seperti halnya Mentari, program Matrix ini juga ada dua pilihan yaitu tarif per 15 detik dan tarif per detik.
Tarif yang ditawarkan oleh semua operator telekomunikasi di Indonesia semakin menarik, namun itu saja belum cukup karena kualitas layanan juga harus semakin ditingkatkan. Akhirnya pelangganlah yang akan menentukan operator mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. (Bambang, 2008)
Di jajaran operator GSM, XL bisa dibilang paling akhir dalam menurunkan tarif dasar layanan. Kebijakan baru ini sebagai tindak lanjut atas penurunan tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April 2008. Menurut informasi dari XL, tarif dasar yang baru turun dari 2% hingga 74%. Penurunan berlaku di hampir semua layanan percakapan (XL Xplor, XL Bebas, dan XL Jempol). Nilai 74 persen tidak jauh beda dengan operator Indosat yang resmi menurunkan tarif dasar hingga 73 persen beberapa waktu sebelumnya. Penurunan tarif dasar yang jaraknya tidak terpaut jauh dan nilai yang tidak jauh berbeda mengesankan bahwa dua operator ini saling berkompetisi terang-terangan.
”Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah yang telah menurunkan tarif interkoneksi dengan tujuan agar tarif telekomunikasi bisa mengikutinya. Penurunan tarif XL ini adalah komitmen kami untuk mendukung tersedianya tarif murah telekomunikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, pada keterangan tertulis yang diterima Biskom.
Dalam tarif dasar untuk layanan percakapan yang baru, XL menerapkan penyederhanaan tarif agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. XL hanya menerapkan dua macam tarif untuk setiap jenis produknya, yaitu tarif ke sesama XL (on-net) dan tarif ke operator lain (off-net) tanpa mengenal jarak (tanpa zona lokal, tetangga, seberang).
Mengikuti penyesuaian tarif interkoneksi, XL menerapkan tarif baru, yaitu untuk tarif ke sesama XL produk prabayar Bebas menjadi Rp 375/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750/ 30 detik.
Sementara itu, untuk layanan prabayar Jempol, untuk tarif ke sesama XL tarif dasar tahun 2008 sama dengan tarif sebelumnya yaitu Rp 500/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750 / 30 detik.
Untuk layanan pasca bayar Xplor, tarif ke sesama XL menjadi Rp 375 / 30 detik. Sementara itu, ke operator lain menjadi Rp 750/ 30 detik. Untuk ke PSTN menjadi Rp 750 / 30 detik.
Untuk SMS akan ada layanan SMS baru bagi pengguna prabayar dan pasca bayar XL dengan efektif tarif Rp 150/SMS ke semua operator. Tarif baru SMS ini akan mulai berlaku sejak 19 April 2008.
Meskipun tarif dasar baru XL ini dirilis setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan tarif interkoneksi, XL mengklaim sudah jauh-jauh hari menurunkan tarifnya melalui program tarif promosi. Tarif murah XL mendapatkan pengakuan dari analis keuangan internasional Morgan Stanley yang menyatakan XL memiliki nilai pendapatan per menit (revenue per minute clean) termurah ke-2 di kawasan Asia. (Bambang, 2008)
Kelemahan AXIS adalah menghadapi pesaing-pesaing di atas adalah dengan persaingan harga yang cukup ketat, merupakan pemain lama yang memiliki, akses pelanggan dan jaringan yang cukup kuat. Sedangkan Indosat dan telkomsel adalah perusahaan BUMN yang memiliki kekuatan yang cukup mampu bertahan dan memiliki sebuah kemapanan secara keuangan dan politik.Sedangkan AXIs merupakan perusahaan swasta yang membutuhkan semangat perjuangan dengan kemandirian yang kuat.
c.Oportunity (Peluang)
Bertambah lagi operator telekomunikasi baru yang akan semakin menambah ramainya industri telekomunikasi tanah air yaitu AXIS. PT. Natrindo Telepon Selular merupakan pemegang merek AXIS yang memperoleh lisensi GSM dan 3G. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan sederhana,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Saat ini cakupan jangkauan AXIS terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS. Pengembangan wilayah secara geografis merupakan peluang yang cukup baik bagi AXIS, dimana jaringan belum di jangkau oleh operator mapan merupakan sisi peluang yang dapat ditempuh AXIS karena luasnya jaringan sangat membantu pemasaran dalam memasarkan produknya. Mulai merambahnya dan dikenalnya alat komunikasi nirkabel di kalangan masyarakat sampai pelosok-pelosok adalah peluang yang cukup menjanjikan bagi AXIS.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Uji layak atau feasibility dibutuhkan usaha untuk menjapai sasaran yang tepat dalam melakukan investasi, sehingga investasi dapat efektif dalam mencapai sasaran pelanggan dan pangsa pasar. Besarnya jumlah penduduk dan penyebaran yang tidak merata merupakan kesempatan dan peluang usaha yang baik dalam membangun jaringan baru bagi AXIS.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang, 2008)
AXIS memiliki peluang untuk berkembang di Indonesia bagian timur, karena Indonesia Timur memiliki peluang yang baik dalam Perluasan pasar GSM di Indonesia. Lebih jauh lagi bahwa peluang lain berkembang dengan konsumen yang makin cerdas maka merek sudah tidak lagi menjadi pilihan loyalitas pelanggan, Tabloid Pulsa bulan November 2008 menerangkan bahwa merek bukan lagi factor yang cukup mempengaruhi loyalitas pelanggan, ternyatya pelanggan lebih memperhatikan masalah harga, dan Fitur-Fitur yang dimiliki. Bahkan Fitur hiburan seperti MP3 cukup diminati oleh pelanggan. Maka kerjasama denga Sony Ericson merupakan sebuah terobosan besar, dan kemampuan bekerjasama dengan perusahaan produsen handset merupakan sebuah pelauang usaha yang positif. Artinya peluang merekrut konsumen dan meningkatkan loyalitas pelanggan dapat dilakukan dengan meningkatkan fitur atau atribut seluler yang mampu memenuhi keinginan pelanggan. Karena fitur cukup menjadikan keputusan pelanggan untuk mengambil keputusan untuk bekerjasama dengan perusahaan dan menjadi konsumen yang loyal.

d.Treath (Ancaman)
Firma riset pasar komunikasi melaporkan bahwa jumlah pelanggan seluler di seluruh dunia adalah tiga kali lipat daripada pelanggan telepon kabel. Selama 2007, jumlah pelanggan seluler tercatat 3,3 miliar sementara pelanggan telepon rumahan sebanyak 1,1 miliar. Jumlah pelanggan seluler tersebut diperkirakan akan mengalami kenaikan cukup pesat, terutama untuk kawasan BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China).
Laporan Infonetics juga menunjukkan jumlah pelanggan seluler meningkat 31 persen di tahun 2007 dibanding 2006, sementara pelanggan telepon kabel hanya mengalami kenaikan sebesar 5 persen.
“Para pelanggan seluler di Brazil, Rusia, dan China, berpindah dari jaringan 2G dan 2,5G ke jaringan 3G mulai tahun 2008. Pelanggan GSM kini mencapai lebih dari dua digit angka di negara-negara BRIC,” tutur Stéphane Téral, analis di Infonetics Research.
Laporan lainnya menyebutkan bahwa Jumlah pelanggan seluler di seluruh dunia mencapai 5,2 miliar pada 2011. Pelanggan seluler broadband diperkirakan mengalami kenaikan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 104 persen dari 2007 hingga 2011. Pada 2011, sekira 1 pelanggan seluler broadband untuk setiap 4 pelanggan telepon kabel broadband. Jalur-jalur akses ditolak dan penetrasi broadband meningkat, memenuhi penetrasi pelanggan VoIP. Karibea dan Amerika Latin merupakan satu-satunya kawasan yang mengalami kenaikan jumlah pelanggan telepon kabel WiMAX menjadi alternatif bagi seluler 3G dan kabel broadband.Kesempatan cukup luas bagi AXIS untuk mengembangkan diri yaitu dengan jumlah pelanggan niirkabel tiga kali pelanggan kabel.
Pangsa pasar yang menjanjikan menunjukkan bahwa berbagai pesaing akan muncul di dalam pengembangan usaha telepon nirkabel ini. Terutama kemampuan daerah untuk membangun usaha milik daerah menjadikan ancaman baru terutama kebijakan reformasi di bidang otonomi daerah membuka peluang untuk itu. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa muncul operator local tak dapat dihindarkan lagi. Perkembangan teknologi VOIP merupakan ancaman besar karena merupakan peningkatan layanan melalui VOIP akan murah karena system kerjanya merupakan inovasi HT yang dapat memiliki jangkauan panjang dan bebasa biaya, hanya dengan memasang ripiter saja dan menggunakan warles dengan IP tertentu. Inovasi teknoligi invormasi cukup luar biasa dan besar dengan peningkatan kualitas masyarkat dalam menggunakan informasi dan telekomunikasi jarak jauh yang semakin mereka butuhkan.
2. OBJECTIVES (Sasaran)
Dengan melihat situasi yang terasa sekali nuansa pemasaran,tentunya pengaruh untuk turut serta dalam kegiatan menambah dan meningkatkan target yang dibutuhkan cukup tinggi, dan ingin menjadi orang pemasaran yang pintar, berpikiran logis, kritis, analitis dan berwawasan luas. AXIS ingin menanamkan image diri sebagai orang operator seluler yang memiliki jatidiri, karakter, tanggung jawab, visi dan misi untuk melayani masyarakat yang optimal dalam pelayanan komunukasi terutama dengan perusahaan telephon seluler dengan melakukan berbagai macam terobosan dan kerja sama .Sehingga jika orang lain atau masyarakat melihat AXIS ,mereka menganggap AXIS sebagai calon pemimpin perusahaan Seluler terkemuka di Indonesia kelak . Diharapakan oleh AXIS,dengan image AXIS yang demikian melekat dalam ingatan orang-orang, sehingga kelak, jika sudah pada waktunya nanti, hal ini akan membantu dalam loyalitas pelanggan AXIS, karena AXIS dianggap sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas yang tinggi, bisa memimpin perusahaan operator seluler lainnya. Hal ini membuat AXIS akan di perhitungkan dalam bursa telephon seluler kelak.
Bertambah lagi operator telekomunikasi baru yang akan semakin menambah ramainya industri telekomunikasi tanah air yaitu AXIS. PT. Natrindo Telepon Selular merupakan pemegang merek AXIS yang memperoleh lisensi GSM dan 3G. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Saat ini cakupan jangkauan Axis terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang, 2008)

Sasarannya adalah sektor telekomunikasi seperti hanya perusahaan Seluler lainnya. AXIS telah menerapkan penggunaan 5 P dan SMART dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini menjelaskan penerapan Manajemen berdasarkan Sasaran.
Mengejar pangsa pasar Indonesia bagian timur merupakan terobosan sasaran yang tepat, karena pengusaan operator mapan dalam hal ini adalah XL, Telkomsel, dan Indosat sudah mengusai sebagian besar Indonesia bagian barat. Sasaran berikutnya adalah eksekutif muda yang baru mempunyai daya beli dan menikmati pendapatan mereka dalam penggunaan seluler, maka harga yang murah menjadi pilihan mereka. Komunitas mereka lebih luas dan masyarakat komunitas cukup efektif untuk menjadi sasaran. Terutama komunitas internet yang tergabung dalam face book dan frienster,. Sehingga perlu membangun komunitas dengan memberikan stimulus, fasilitas layanan dan insentif bagi mereka.
3. STRATEGY
AXIS berusaha menarik perhatian dan simpati public atau masayarakat dengan berbagai isu dan pemberitaan serta berangkat dari sesuatu yang dikesankan negative menjadi positif. Merupakan perjuangan yang berat. Caranya dengan aktif dalam kegiatan iklan dan pemasaran dengan berbagai macam strategi menarik minat publik untuk menjadi pemakai operator seluler AXIS, aktif membuka diri dari berbagai pertanyaan dengan mebuat situs WEB dalam internet, berdiskusi dengan publik dan pelanggan, aktif dalam menaggapi saran-saran publik.
Web AXIS aktif bergaul,berkomunikasi dan berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat atau public tanpa mengenal suku, daerah pengiriman ataupun usia dengan berkomunikasi yang baik, yang menampilkan AXIS mempunyai jati diri, tanggung jawab dan rela melayani semuanya demi kepentingan bersama.
AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Strategi harga dalam bauran kebijakan cukup penting meski bersifat tradisional, namun merupakan sebuah postulat yang tak pernah lekang bahwa konsumen akan menekan biaya semurah-murahnya dalam biaya hidup mereka selama mereka mampu. Karena tariff yang murah akan memberikan peluang konsumen menggunakan dengan lebih efektif dan efisien sebagai pelanggan yang mampu menggunakan dananya untuk kegiatan dengan pendapatan terbatas dan kebutuhan hidup yang lebih banyak dan bervariasi.
Saat ini cakupan jangkauan Axis terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS.
Perluasan jaringan inilah yang menunjukkan bahwa produk dari AXIS mampu menjangkau pelanggan dari mana saja kapan saja dan mampu melayani konsumen yang memiliki mobilitas cukup tinggi. Karena bagi mereka yang mobilitas tinggi dengan kebutuhan informasi yang cepat dan tidak terganggu perluasan jaringan merupakan symbol dari kepercayaan mereka. Dimanapun berada mereka telah dipuaskan oleh AXIS. Adapun perkembangan investasi bukan hanya di kota besar dan metropolitan saja namun sudah mulai investor melirik Indonesia Timur. Sehingga Indonesia Timur merupan aliran pergeseran manusia yang pada periode-periode sebelumnya mereka terkonsentrasi ke barat.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Sasaran daerah wisatawan baik domestik maupun non domestic cukup menjadikan peluang bisnis komunikasi dan sumber pendapatan yang cukup baik dan memuaskan. Karena wisatawan lebih pada menggunakan keuangan mereka untuk kepuasan dalam melakukan kegiatan wisata mereka, dan mereka menginginkan pelayanan prima dalam berwisata.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang,2008)
Kebutuhan dana yang cukup besar dan investasi jangka panjang dengan sasaran yang tepat dibutuhkan oleh investor. Maka kepercayaan investor perlu dijaga agar tetap menanamkan investasinya pada AXIS. Hal ini merupakan sebuah tantangan AXIS ke depan bahwa kepercayaan Investor perlu dijaga dan dijamin keutuhannya, sehingga pertumbuhan usaha terus dijaga dengan meningkatkan pelanggan, ifisiensi, provitabilitas yang tinggi dan memiliki pangsa pasar yang luas dan loyal.
Stragi pemasaran di atas dilakukanoleh AXIS dalam mengahdapi berbagai persaingan perusahaan Operator Seluler. Maka perlu kualitas sumber daya manusia dalam bidang pemasaran yang handal yang didukung oleh produk yang handal, promosi yang mendukung, dan harga yang terjangkau.

4. TACTICS
Taktik yang AXIS gunakan adalah berpikir luas,mengadakan hubungan dengan sumber luar agar jaringan dan dukungan luas. Taktik yang lain adalah selalu menjadi nomor satu dari bidang telepon seluler, nilai kepribadian dengan merek yang baik.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
AXIS saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia. “Akankah Axis bakal terus menjadi “GSM yang Baik” ataukah ikut terjun ke arena perang tarif selular yang membingungkan? “Kita tunggu saja. (Bambang, 2008)
Akankah AXIS tetap hanya dengan strategi perang harga, namun AXIS seperti halnya penjelasan di atas mengembangkan berbagai macam strategi. Kiranya taktik perang harga tidak selamanya baik dan benar karena akan memunculkan boomerang bagi perusahaan. Namun dukungan pelayanan, pros\duksi, jaringan dan fasilitas layanan itu harus ditingkatkan dan dipertahankan, agar pelanggan hanya tidak memperoleh harga murah tapi pelayanan yang buruk. Pengiklanan yang jujur dan baik penting sehingga tidak melahirkan kekecewaan di kalangan konsumen.
5. ACTION (Tindakan)
Action (tindakan) yang dilaksanakan AXIS adalah belajar sungguh-sungguh, membaca banyak keinginan publik untuk menambah ilmu, aktif mengikuti perkembangan atribut AXIS, rela bekerja keras demi kepentingan bersama.
Tindakan yang dilakukan adalah Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
Semua aksi atau tindakan tidak akan berhasil tanpa kerjasama tiap bagian organisasi perusahaan, sehingga kerjasama dari semua bagian cukup dibutuhkan, agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Tindakan yang tepat sasran, strategi yang matang dan taktik yang jitu cukup dibutuhkan dalam organisasi.
6. CONTROL(Pengawasan)
Mengontrol atau mengawasi semua strategi dan kegiatan yang sudah kita jalankan, dengan mengecek penerimaan image publik yang ada, dengan mengambil sampel acak bertanya tentang tanggapannya dan teknik lainnya untuk menggali kesan mereka tentang AXIS . Perlu adanya riset yang lebih dalam tentang layanan, persepsi pelanggan, persepsi pasar, loyalitas pelanggan dan kekuatan dalam persaingan, karena persaingan mereka cukup bebas dan mendekati bentu sempurna.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO). Ketika ditanya mengapa Axis begitu terlambat untuk beroperasi, Erik mengatakan dua pemegang saham utama yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communication dari Malaysia membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dan membangun jaringan infrastruktur dahulu. “Dua perusahaan pemegang saham kita bertemu pada September (2007) dan untuk membangun infrastruktur selama lima bulan di Jawa Timur dan Jawa Barat serta Jabotabek,” kata Erik.
Dia menjelaskan dengan peluncuran secara resmi, Axis mencoba membuktikan kepada regulator bahwa mereka siap dan telah menggunakan frekuensi yang dialokasikannya.
Sebelumnya pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo mengingatkan NTS untuk menggunakan pita frekuensi yang dialokasikan kepadanya secara optimal dengan mengirimkan surat surat No. 308/ DJPT.4/KOMINFO/8/2008 tertanggal 29 Februari.
Bila PT NTS (AXIS) tidak juga menggunakan frekuensi tersebut dengan tidak segera melakukan operasional layanan, pemerintah telah menyiapkan dua opsi penarikan lisensi frekuensi. “Dua opsi itu adalah menawarkan frekuensi tersebut kepada operator yang berminat dengan pola menawarkan sesuai harga yang berlaku di pasar atau melakukan tender ulang dalam bentuk lelang,” kata Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, usai Rapat Dengar Pendapat dengan DPR-RI, di Jakarta, Senin (17/3).
Operator GSM, Axis mengklaim telah diaktivasi dua juta pelanggan pada minggu lalu dan sekarang sudah lebih dari dua juta orang, kata pimpinan komunikasi perusahaan Anita Avianty di Jakarta. Tiga wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian dua juta aktivasi tersebut yaitu Jabotabek, Sumatra dan Jawa Timur. Dari angka itu sebanyak 80 persen atau 1,6 juta pelanggan dalam posisi masih aktif. Namun ia belum bersedia mengungkapkan tingkat penggunaan pulsa (ARPU/Average Ratio Per Users) dari pelanggan Axis. Dengan telah tercapainya target pelanggan Axis 2008, pihaknya akan mengubah target jumlah pelanggan sampai akhir 2008.
“Secara internal pasti ada revisi target, tetapi pernyataan resminya saya belum tahu,”lanjutnya. Ia juga mengatakan, perusahaan itu Agustus 2008 mengklaim mendapatkan aktivasi dari sejuta orang setelah diluncurkan di Jakarta 23 April 2008. Sebelumnya Presdir dan CEO Axis, Erik Aas mengatakan Selasa (12/08), pihaknya telah mendapat aktivasi satu juta pelanggan, yang sebagian besar masih aktif. Tetapi ia enggan merinci berapa jumlah pelanggan yang aktif dan pengguna seluler yang hanya mengaktifkan starterpack Axis (silent number).
Sedangkan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia(BRTI) Heru Sutadi dalam pesan singkatnya mengatakan, sampai 12 Juli 2008, pelanggan Axis hanya 591.990 orang. Pihaknya mendapatkan data jumlah pelanggan seluler dari laporan masing-masing operator seluler kepada regulator.
Menanggapi hal itu Erik mengatakan, dirinya perlu mengecek lagi. “Saya tidak tahu dasar data itu, saya harus cek dulu. Tapi data satu juta aktivasi itu data yang benar, memang tidak semua nomor tersebut aktif,” katanya.
Erik menegaskan jumlah aktivasi pelanggan Axis meningkat dengan keberhasilan program promo Rp1 per telepon tanpa syarat itu.
AXIS meluncurkan program Bonus Waktu Bicara untuk para pelanggannya. Program ini memberikan bonus waktu bicara hingga dua jam yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke semua operator bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa mereka mulai 24 Oktober hingga 30 November 2008, kata Chief Marketing Officer, Johan Buse. AXIS telah melakukan kontrol. Internal Perusahaan dan Eksternal yaitu pemerintah sebagai Operatot seluler yang bertanggung jawab.
Pengawasan dapat dilakukan baik dari pengawasan internal, eksternal melalui akuntan public, dan eksternal melalui pemerintah dan badan pengawas persaingan usaha. Dengan pengawasan yang tepat dan benar akan diperoleh informasi perkembangan usaha yang terjadi. Sehingga tanpa pengawan yang lebih melekat control perusahaan tidak terjaga dengan baik dan mengancam eksistensi perusahaan AXIS.

5. Kesimpulan
Dalam analisis SOSTAC tedapat kelemahan yang diantaranya analisis strategi dan taktik tidak komperhensif sehingga analisis controlnya tidak terfokus. Kelebihannya adalah memberikan panduan dalam menganalisis secara detail sarana komunikasi penciptaan kesan diri. Walaupun masih terdapat beberapa kelemahan tetapi setidaknya dapat memberikan panduan melangkah dalam tindakan yang lebih strategic, sehingga memunculkan keyakinan akan mencapai hasil yang lebih baik
Bukan hal yang mustahil,dengan pencapaian corporate branding ini menuntun pada pencapaian cita-cita yang lebih tinggi. Dalam jangka pendek ini, AXIS berhasil melabel dirinya sebagai pemimpin operator seluler. Kedepannya dalam jenjang berikutnya AXIS menjadi operator seluler yang sangat diperhitungkan dalam kepemimpinan persaingan perusahaan sejenis. Jika image ini bertahan terus sampai nanti, AXIS yakin akan menempatkan posisi operator seluler pada kedudukan yang penting dalam berbagai bidang terutama di dalam organisasi Perusahaan operator Seluler untuk memimpin persaingan perusahaan seluler.
AXIS merupakan Operator seluler dengan bran image Operator Baik, Operator Murah, Operatur Jaringan Internasional, Operator jaringan Nasional yang Luas. AXIS merupakan organisasi yang merupakan lembaga yang menggunakan Model SOS TEC dalam usahanya. AXIS telah melakukan kontrol. Internal Perusahaan dan Eksternal yaitu pemerintah sebagai Operatot seluler yang bertanggung jawab.
Alat analisis yang ada dalam SOSTAC dapat membantu menjalankan roda usaha di dalam persaingan usaha yang makin berat dengan persaingan dengan perusahaan sejenis yang mapaan dan baru yang kreatif dan capital yang bersaingin. Maka perlu strategi yang baik, sasaran yang tepat, analisis situasi yang handal, taktik yang tepat sasaran, tindakan yang tepat dan pengawasan yang terpadu baik dari dalam dan luar perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang, 2008. Mentari Ikut Bermain di Tarif Per Detik, Biskom, 2008.

Ilham Prisgunanto M,Si. 2006. Komunikasi Pemasaran. Ghalia Indonesia jakarta september 2006

Hermawan Kertajaya. 2004. Marketing Yourself : kiat sukses meniti karir dan bisnis Jakarta. Mark Plus & co. 2004

http://www.Anangblogspot.com,diakses tanggal 8 Juli 2008

http://pulsa.jagokomputer.com

http://www.axisworld.co.id

:http://www.12manage.com

Sumber : http://www.12manage.com/methods_PEST_analysis.html

~ by informationmedia on May 20, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: